indonesia234

May 17, 2008

Memperkosa Setelah Membaca/Menonton Bacaan/Video Porno

31 Maret 2008

Memperkosa Setelah Membaca/Menonton Bacaan/Video Porno

memperkosa “setelah menonton” porno

Media Minangkabau-Ternyata banyak sekali kasus perkosaan yang terjadi setelah menonton video porno atau membaca buku porno. Korbannya ada Balita umur 4 tahun, bocah 6 tahun, hingga gadis cacat mental. Ada 9 halaman sudah yang saya copy paste. Sisanya masih banyak yang kalau saya ambil juga mungkin sebagian milis tidak mampu memuatnya karena kebesaran ukurannya.

Oleh sebab itu, saya mendukung pemberantasan pornografi karena pornografi meski sepintas “membela” perempuan, ternyata bukan hanya mengeksploitasi wanita, tapi juga merangsang birahi para pria yang membaca/menontonnya dan sebagian dari mereka akhirnya memperkosa wanita yang tidak berdosa. Termasuk Balita umur 4 tahun!

Oleh karena itu saya mendukung upaya pemerintah dan DPR untuk memberantas pornografi. Kalau mau telanjang atau beradegan ranjang, silahkan di rumah sendiri. Jangan mempertontonkan ke depan umum apalagi di depan anak kecil atau orang dewasa yang bisa memperkosa!

Kompas:
Seperti dilansir Bpost, diduga akibat terpengaruh tontonan VCD porno, Ed akhirnya memperkosa bocah anak tetangganya, sebut saja Melati (4), Selasa (26/2) lalu.

SCTV:
Liputan6.com, Pontianak: Seorang penghuni Panti Asuhan Pepabri, Kota Baru, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (23/4) terpaksa berurusan dengan polisi. Dia diduga memperkosa tiga bocah perempuan penghuni panti lainnya. Mustohir–sebut saja demikian–tak tahan menahan nafsu lantaran keseringan membaca novel porno.

http://www.liputan6.com/view/0,76721,1,0,1139995932.html

Suara Merdeka:
Ketiganya dituduh telah memerkosa Bunga (nama samasaran, 12), pelajar SD kelas V. Pemerkosaan itu dilakukan bersama-sama pada awal November, dan sampai kasus tersebut terbongkar, sudah berlangsung empat kali. Miftaturahman mengaku melakukan perbuatan itu setelah menonton VCD porno.

Indosiar:
Aksi bejat Ris tersebut diakuinya telah dilakukan puluhan kali sejak tahun 2002. Ris mengaku dirinya tidak kuat menahan nafsunya setelah menonton film porno di rumah temannya.

Pikiran Rakyat:
Gara-gara terangsang menyaksikan blue film, seorang pedagang krupuk, Imr (20), warga Gang Rulita RT 1 RW 7 Kelurahan Harjasari Kec. Bogor Selatan Kota Bogor diduga mencabuli gadis kecil, NH (8), warga setempat, Kamis (20/2).

Bali Post:
Dari kasus-kasus yang terjadi, hampir seluruhnya bersumber pada rangsangan seksual akibat pelaku menonton tayangan porno. Ada anak yang mengaku hal itu dilakukan setelah menonton film India, ada juga karena nonton tayangan seperti goyang ngebor dan VCD porno yang beredar secara bebas.

TV7:
Memperkosa Karena VCD Porno

VCD porno kembali memakan korban, seorang remaja tanggung, Selasa kemarin tega mencabuli sepupunya sendiri, yang berusia 5 tahun. Tersangka mengaku terangsang melihat bocah yang masih belia tersebut setelah menonton VCD porno.

SCTV:
Tersangka akhirnya mengakui memperkosa remaja berusia 14 tahun itu lantaran tak kuasa menahan berahi setelah menonton film porno.

SCTV:
Tersangka Zaini menggauli paksa keponakannya lantaran tak kuasa menahan berahi setelah menonton film porno. Ilyas Efendi memperkosa gadis cacat mental setelah melihat pemain figuran di Film Warkop.

Siswa Pemerkosa Akan Diberhentikan
Banjarmasin, BPost

Oknum siswa SMK5, Ed (17), warga PM Noor, Jalan Tunas Baru RT80, Banjarmasin Barat yang diduga memperkosa balita anak tetangganya–sebut saja Melati (4) terancam akan diberhentikan.

Hal tersebut diungkapkan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaaan SMK 5 Banjarmasin, Robin Hood, Senin (4/3). “Dengan adanya kasus ini Ed nantinya akan diberhentikan karena melanggar peraturan sekolah,” paparnya.

Diakui, Robin, selama ini Ed termasuk siswa yang tidak pernah bermasalah didalam artian tidak pernah berbuat macam-macam seperti membolos atau masalah lainnya.

Bahkan paparnya, di dalam administrasi Ed juga tidak pernah lalai seperti membayar SPP dan lainnya. Meski begitu pihak sekolah sangat menyangkan terjadinya kejadian pemerkosaan.

Meski diakuinya sebelum tertangkapnya Ed, siswa kelas I-I teknologi pengerjaan mesin ini, pihak aparat ada datang ke sekolah menanyakan keberadaan tersangka.

Tetapi karena Ed tidak masuk ke sekolah maka pihaknya tidak dapat menyerahkan Ed. “Kami cukup terkejut setelah membaca berita ternyata Ed terlihat kasus pemerkosaan,” ungkapnya.

Berita itu juga membuat pihak sekolah sangat menyanyangkan serta terpukul. Padahal pengawasan pihak sekolah sudah sangat ketat tapi ungkapnya entahlah di luar sekolah.

Terpisah, Humas SMKN 5 Banjarmasin H Haris Fadillah menyatakan ancaman diberhentikannya Ed dari bangku sekolah ini, tentu saja menunggu hasil penyidikan polisi dan vonis pengadilan.

“Kalau memang terbukti ia telah melakukan tindakan amoral seperti dilansir beberapa media di kota ini, kami dari pihak sekolah akan langsung memberhentikannya,” tuturnya.

Meski mengakui kalau anak didiknya telah dituduh melakukan tindakan itu, namun Haris berharap agar masyarakat tidak mencap hal tersebut akibat tidak becusnya pendidikan yang mereka lakukan.

Menurutnya, para pendidik di sekolah manapun tentu tidak menginginkan anak didiknya melakukan kesalahan, tapi hal tersebut tentu tidak bisa dihindari.

Sebagus-bagusnya sekolah melakukan pendidikan, pasti ada anak didikanya yang melakukan kesalahan,” terangnya sambil menambahkan pihaknya telah mendidik para siswanya dengan sebaik-baiknya.

Masih menurutnya, kepada para siswa SMKN 5 lainnya, telah pula diminta agar tidak melakukan tindakan yang bisa membuat malu nama sekolah.

Seperti dilansir Bpost, diduga akibat terpengaruh tontonan VCD porno, Ed akhirnya memperkosa bocah anak tetangganya, sebut saja Melati (4), Selasa (26/2) lalu.

Kelakuan bejat Ed, berstatus siswa SMK 5 Banjarmasin (dulu STM, Red) jurusan mesin itu, baru diketahui orangtua korban secara tak sengaja pada Kamis (28/2).dwi/may

http://www.kompas.com/business/news/0109/26/07.htm

Kamis, 01 Desember 2005 KEDU & DIY

Tiga Remaja Drop Out Memperkosa
MAGELANG – Tiga remaja drop out SMP, yaitu Miftaturahman (15), Atakri (14), dan Adri (14), semua warga Donomulyo, Secang, Kabupaten Magelang, harus meringkuk di tahanan Polsek Secang.

Ketiganya dituduh telah memerkosa Bunga (nama samasaran, 12), pelajar SD kelas V. Pemerkosaan itu dilakukan bersama-sama pada awal November, dan sampai kasus tersebut terbongkar, sudah berlangsung empat kali. Miftaturahman mengaku melakukan perbuatan itu setelah menonton VCD porno. Selain itu, dia dendam terhadap korban, karena sering diejek mukanya kaya monyet. Setelah nonton film biru, dia mengajak kedua temannya -Atakri dan Adri- untuk ‘’mengerjai’’ Bunga. Caranya, memaksa korban disertai ancaman, kemudian dibawa ke kebun kosong.

Karena ancaman tiga tersangka itulah, korban takut melapor kepada orang tuanya. Terbongkarnya kasus itu, setelah korban menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada bibinya, yang kemudian diteruskan ke orang tuanya. Kapolsek Secang, AKP Totok Sugito, menjelaskan, tiga tersangka itu dikenai pasal berlapis. Yakni Pasal 81 Ayat 1 Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak, serta Pasal 287, 289, dan 290 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun.(P.60-55a)

http://www.suaramerdeka.com/harian/0512/01/ked09.htm

Paman Cabuli Keponakan
14 Oktober 2004 13:59:05

Gara-gara pengaruh film porno seorang paman tega memperkosa keponakannya sendiri yang masih berusia 6 tahun. Aksi pemuda warga Wanaherang, Bogor, Jawa Barat ini terungkap setelah korban menceritakan kepada kakek dan neneknya.

Ris, pemuda berusia 20 tahun warga Kampung Jangkang, Desa Wanaherang, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, kini terpaksa berurusan dengan petugas Polsek Gunung Putri. Ris ditangkap petugas karena dituduh melakukan pemeroksaan terhadap BP (6) yang tidak lain adalah keponakannya sendiri.

Aksi bejat Ris tersebut diakuinya telah dilakukan puluhan kali sejak tahun 2002. Ris mengaku dirinya tidak kuat menahan nafsunya setelah menonton film porno di rumah temannya.

Hasratnya tersebut akhirnya disalurkan kepada BP keponakannya sendiri yang dilakukannya di rumah tersangka. Menurut Ris tidak sulit mengajak BP ke rumahnya kerena sebelumnya diiming-imingi uang dan makanan.

Perbuatan Ris terbongkar setelah korban akhirnya berani melaporkan perbuatan bejat pamannya kepada nenek dan kakeknya yang lalu melaporkan kepetugas Polsek Gunung Putri. Ris akan dikenai pasal pencabulan dan diancam hukuman 9 tahun penjara.

Sumber : Indosiar

http://www.multibusindo.com/kriminal/infokriminal/detail.php?id=4102

JABAR & BANTEN
Jumat, 21 Februari 2003

Imr Iming-iming Korban Rp 1.000,00
Dikeroyok Massa, Pedagang Kerupuk Cabuli Gadis Kecil
BOGOR, (PR).-
Gara-gara terangsang menyaksikan blue film, seorang pedagang krupuk, Imr (20), warga Gang Rulita RT 1 RW 7 Kelurahan Harjasari Kec. Bogor Selatan Kota Bogor diduga mencabuli gadis kecil, NH (8), warga setempat, Kamis (20/2). Akibatnya, ia babak belur dihajar massa. Kini, pedagang kerupuk itu meringkuk di sel tahanan Mapolsekta Bogor Selatan.

Kapolsekta Bogor Selatan AKP Arli Jembar menyebutkan bahwa peristiwa pencabulan itu telah berulang terjadi terhadap korban. Namun, baru terungkap setelah korban menyaksikan salah satu program berita kriminal di salah satu stasiun televisi swasta, saat di rumah tetangganya.

”Jadi, setelah menonton Buser, yang menayangkan kasus seorang kakek memperkosa anak di bawah umur, korban menceritakan bahwa tukang krupuk yang juga tetangganya itu sering berbuat hal yang sama terhadap dirinya,” jelasnya.

Lalu, pengakuan yang lugu dari korban itu segera dilaporkan tetangga korban kepada orang tuanya. Kemudian orang tuanya kembali menanyakan pengakuan itu langsung kepada korban. Setelah jelas, orang tua korban melaporkan kepada Ketua RT. ”Ketua RT bersama sejumlah warga kemudian mengamankan tersangka dan menginterogasinya. Ketika itu, tersangka mengakui perbuatannya. Itu sebabnya, warga menghajarnya, tetapi ketua RT segera menyelamatkannya dan melaporkan kepada kami,” kata kapolsekta.

Setelah mendapat laporan itu, beberapa polisi mendatangi lokasi kejadian perkara (TKP), mengamankan, dan membawa tersangka ke mapolsekta. Ketika diperiksa polisi, tersangka mengaku mencabuli korban karena terangsang setelah menonton film porno.

”Dari pengakuannya, sejak pekan lalu perbuatan itu dilakukan Imr terhadap korban. Namun, tersangka hanya menggesek-gesekkan kemaluan ke alat vital korban sampai orgasme. Sebelum melakukan pencabulan itu, tersangka mengiming-iming korban dengan krupuk atau uang Rp 1.000,00,” sebut Arli Jembar.

Kendati tersangka mengaku tidak melakukan pemerkosaan terhadap korban, namun kapolsekta menegaskan bahwa tersangka akan dijerat dengan Pasal 290 KUHP karena telah mencabuli anak di bawah umur. (A-128/D-10)***

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0203/21/0405.htm

Kontrol Masyarakat Kurang, Pemerkosaan sudah Melibatkan Anak
Mataram (Bali Post) -
Orangtua sudah harus mawas terhadap perilaku anaknya. Pasalnya, kasus pemerkosaan terhadap anak tahun 2003 makin melonjak dan kini tidak lagi dilakukan oleh orang lain, melainkan oleh kerabatnya sendiri. Yang lebih memprihatinkan, pelaku pemerkosaan tidak saja orangtua, bahkan pelajar SD.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB, Hj. Kerniasih Mudjitahid dan Koordinator Jaringan dan Perlindungan Anak, Azhar Zaini, S.E., Senin (19/1) kemarin, menyebutkan 44 kasus pemerkosaan yang diketahui pada tahun 2003. Sekitar 80 persen dari kasus itu dilakukan keluarga sendiri.

Anak-anak yang diperkosa keluarganya sendiri itu berusia bervariasi. Bahkan ada anak berusia 1 tahun yang mengalami tindakan keji itu. Kasus perkosaan yang dilakukan ayah kandung, ayah tiri, paman, kakak, dan lain-lain, itu semakin menjadi fenomena yang mengkhawatirkan. Di Lombok Tengah misalnya, terjadi kasus pemerkosaan yang dilakukan seorang paman. Korban kemudian dibunuh dan ditemukan mayatnya berada di dalam karung 16 hari kemudian.

Menurut Azhar Zaini, mengemukanya berbagai kasus pemerkosaan anak itu tidak lepas dari makin melemahnya kontrol masyarakat. Di sisi lain, persoalan yang melibatkan keluarga misalnya, dianggap masalah domestik. Sering kali kasus-kasus pemerkosaan akhirnya dibiarkan begitu saja. “Kemungkinan besar juga karena masyarakat sedang sibuk untuk mengurus dirinya sendiri dari segi ekonomi,” ujar Azhar.

Di samping itu, mengemuka pula kasus pemerkosaan yang melibatkan siswa SD, baik kelas IV maupun kelas enam. Di sebuah SD di Lombok Barat misalnya, seorang anak kelas dua SD mencoba diperkosa empat kawannya yang duduk di kelas empat. Di kabupaten lain pun terdapat kasus anak kelas enam mau memperkosa siswa kelas empat. “Kasus pemerkosaan yang melibatkan pelajar ini sudah sangat memprihatinkan,” kata Kerniasih.

Dampak Tayangan Porno

Dari kasus-kasus yang terjadi, hampir seluruhnya bersumber pada rangsangan seksual akibat pelaku menonton tayangan porno. Ada anak yang mengaku hal itu dilakukan setelah menonton film India, ada juga karena nonton tayangan seperti goyang ngebor dan VCD porno yang beredar secara bebas.

Menurut Azhar Zaini, muncul pula kasus pembuangan orok hampir di seluruh NTB dengan tidak adanya penyelesaian terhadap pelakunya. Bisa jadi, kata dia, antara kasus pemerkosaan dan pembuangan orok, memiliki korelasi ibarat fenomena gunung es. “Kasus-kasus yang tercatat itu pun adalah kasus yang sudah dilaporkan,” ujarnya.

Bagaimana dengan yang tidak dilaporkan? Kerniasih Mudjitahid mengatakan, kemungkinan sangat banyak. Ia mengemukakan, para orangtua memiliki tugas yang sangat berat untuk mengawasi anak-anaknya. Pasalnya, mereka saat ini semakin bebas menonton tayangan porno. Jika tidak diketahui orangtuanya, mereka menjadi sasaran empuk informasi yang salah tentang tayangan itu. “Di sinilah diperlukan penguatan keluarga agar mengawasi secara terus-menerus anak-anaknya, di samping senantiasa melakukan kontak komunikasi antara orangtua dan anak,” papar Kerniasih.

Hal yang mengherankan, lanjut Azhar, tidak adanya hukuman yang setimpal bagi pelaku tindak pemerkosaan. Sebagian besar pelaku menerima hukuman 1-2 tahun. Di sisi lain, karena pandangan masyarakat yang menganggap bahwa persoalan pemerkosaan yang melibatkan anak bisa membuka aib keluarga, jarang ada tindak lanjut secara hukum dan pelakunya bebas begitu saja. Padahal, korban mengalami trauma yang sangat berat akibat tindak pemerkosaan. Ia mengatakan, diperlukan kebersamaan dalam menghadapi masalah yang semakin krusial ini. Sebagai contoh untuk tingkat legislatif dilakukan upaya signifikan dalam membuat Perda yang bisa memberantas VCD porno. Sebab, korban tayangan porno ini lebih banyak anak-anak. Selain itu, pengawasan masyarakat harus diperketat. (045)

http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2004/1/20/nt2.htm

Rabu 30 April 2003
Memperkosa Karena VCD Porno

VCD porno kembali memakan korban, seorang remaja tanggung, Selasa kemarin tega mencabuli sepupunya sendiri, yang berusia 5 tahun. Tersangka mengaku terangsang melihat bocah yang masih belia tersebut setelah menonton VCD porno.

Tersangka Mohamad Abdurrohim, ditangkap aparat Polsek Kalideres, dini hari tadi, di daerah Kota, akibat mencabuli sepupunya sendiri, ND yang berusia 5 tahun, satu hari sebelumnya. Perbuatan itu dilakukan di ruang tamu, saat Ibu korban tengah memasak di dapur.

Menurut pengakuan tersangka ia tak sampai memperkosa korban, ia juga mengaku berani melakukan hal itu karena korban tidak menangis setelah diming-imingi permen.

Menurut hasil visum dari RSCM, ND mengalami luka lecet di sekitar selaput daranya, Rohim yang baru berusia 19 tahun ini mengaku khilaf dan terancam pasal 290 tentang pencabulan dengan hukuman di atas 7 tahun. (Dini Savitri/Abdul Jawad)

http://202.145.0.146/news/news_view.asp?y=395

Kasus Pemerkosaan
Pisah Ranjang dengan Istri, Kakek Menggarap Cucu
Abdurrahman bin Amborape di Polres Cirebon.

04/03/2004 13:23
Abdurrahman tega memperkosa Bunga, cucunya yang baru berusia 10 tahun di perkebunan tebu di Cirebon, Jabar. Seorang duda yang kesepian dituding menyodomi keponakannya. Ia dibekuk setelah ayah korban melapor.

Liputan6.com, Cirebon: Tim Reserse Kriminal Kepolisian Resor Cirebon menangkap Abdurrahman bin Amborape, seorang kakek yang tega memperkosa cucunya yang masih berusia 10 tahun. Lelaki berusia kepala tujuh yang sempat buron selama delapan bulan ini dibekuk di kawasan Stasiun Parujakan, Cirebon, Jawa Barat, baru-baru ini. Kakek nakal ini tak tahan menahan hawa nafsu setelah setahun pisah ranjang dengan istrinya.

Peristiwa itu terjadi Juni tahun lalu. Karena tak tahan pisah ranjang dengan istri tercinta selama setahun ini, naluri seks tersangka pun makin liar. Lelaki yang rambutnya sudah putih semua itu kemudian mengajak cucunya–sebut saja Bunga. Dengan dalih ingin mengajak jalan-jalan sang cucu, sang kakek pun membawa Bunga ke areal perkebunan tebu. Di tempat itulah, Abdurrahman merenggut keperawanan cucu tercinta. Namun kini sebaliknya. Kakek nakal ini bersiap-siap menghabiskan pahit hidupnya di dalam penjara.

Pemerkosaan yang dilakukan seorang kakek bukan kasus baru. Di Lampung Utara, seorang kakek ditangkap Tim Buru Sergap Kepolisian Resor Lampung Utara karena disangka memperkosa keponakannya. Tersangka Zaini diringkus di rumah anaknya di kawasan Kedaton, Bandar Lampun, belum lama berselang [baca: Kakek Pemerkosa Dibekuk di Lampung dan Jambi]. Awalnya, pria berusia 60 tahun ini pura-pura lupa mengingat peristiwa setahun lalu. Tersangka akhirnya mengakui memperkosa remaja berusia 14 tahun itu lantaran tak kuasa menahan berahi setelah menonton film porno.

Ulah Abdurrahman setali tiga uang dengan tindakan tak senonoh Satori, seorang duda yang tinggal di kawasan Astanajapura, Cirebon. Memang Satori tak mencabuli cucu seperti sang kakek. Lelaki ini menyodomi kemenakannya yang baru berusia sembilan tahun. Bapak dua anak ini mengaku terpaksa berbuat tak senonoh karena kesepian setelah ditinggal mati istrinya.

Setelah lama menduda tentu nafsu berahi Satori yang meledak-ledak tak mendapatkan sasaran penyaluran. Rupanya ia tak kehabisan akal. Meski ikhlas disebut edan, Satori pun menggarap kemanakannya, bocah lelaki yang masih ingusan. Dengan iming-iming uang seribu rupiah, Satori sukses melampiaskan nafsu bejatnya itu hingga dua kali.

Perbuatan bejat Satori terungkap setelah ayah korban melihat kejanggalan dalam diri anaknya. Ia pun menanyai korban. Sang bocah pun menjelaskan duduk persoalan sebenarnya. Kontan cerita itu membuat marah sang ayah. Tak menunggu waktu lagi, ayah korban melaporkan perbuatan amoral Satori ke polisi. Dan kini, Satori pun bersiap-siap diganjar hukuman lima tahun penjara.(DEN/Ridwan Pamungkas)

http://www.liputan6.com/view/0,73488,1,0,1139996412.html

Kakek Pemerkosa Dibekuk di Lampung dan Jambi
Zaini
11/02/2004 14:21
Tersangka Zaini menggauli paksa keponakannya lantaran tak kuasa menahan berahi setelah menonton film porno. Ilyas Efendi memperkosa gadis cacat mental setelah melihat pemain figuran di Film Warkop.

Liputan6.com, Bandar Lampung: Seorang kakek ditangkap Tim Buru Sergap Kepolisian Resor Lampung Utara, baru-baru ini, karena disangka memperkosa keponakannya. Tersangka Zaini diringkus di rumah anaknya di kawasan Kedaton, Bandar Lampung. Penangkapan Zaini mengagetkan istri dan dua anaknya. Tapi cepat lelaki tua itu berucap, polisi salah tangkap.

Saat ditanya, pria berusia 60 tahun ini kesulitan mengingat peristiwa yang terjadi setahun lalu. Kepala Reserse Polres Lampung Utara Inspektur Polisi Satu Asep Kartiawan lantas menunjukkan hasil visum korban. Tersangka makin tak berkutik ketika dicek silang dengan keterangan kemenakannya, Melati–sebut saja begitu–yang menyebutkan Zaini memperkosa di rumahnya di daerah Sri Basuki, Kota Bumi. Setelah itu, Zaini kabur ke rumah anaknya. Selama perjalanan ke kantor polisi, tersangka mengakui memperkosa remaja berusia 14 tahun itu lantaran tak kuasa menahan berahi setelah menonton film porno.

Di Jambi, seorang kakek dibekuk polisi karena memperkosa gadis cacat mental. Ilyas Efendi menutupi wajahnya saat digelandang polisi. Lelaki berumur 58 tahun ini rupanya malu dengan tetangganya di Desa Olak, Kecamatan Jambi Luar, Kota Muaro Jambi. Korban mengaku kepada keluarganya telah diperkosa Ilyas saat menonton Film Warkop di rumah tersangka. Ilyas mendadak memeluk korban karena tak kuasa menahan nafsu setelah melihat pemain figuran yang berpakaian minim. Pelaku membantah memperkosa, tapi hanya menindih tubuh korban. Sedangkan hasil visum menyatakan, kemaluan gadis itu jelas robek.

Sehari sebelumnya, kasus sejenis pun terjadi. Seorang kepala sekolah dasar di Medan, Sumatra Utara, dibekuk polisi setelah dilaporkan warga mencabuli muridnya [baca: Kepala Sekolah di Medan Mencabuli Murid]. Ganti Purba mengaku selalu terangsang melihat siswi, sebut saja Cinta, yang sering diajak menginap di rumah keluarganya.(COK/Tim Buser SCTV)

http://www.liputan6.com/view/0,71996,1,0,1139996401.html

Sumber: http://www.media-islam.or.id/content/view/27/1/

sumber : http://media-minangkabau.blogspot.com/2008/03/memperkosa-setelah-membacamenonton.html

The Rubric Theme. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.